Skip to content

Karya Ilmiah ” Bahaya Narkoba “

KARYA ILMIAH

“BAHAYA NARKOBA”

 

PUTRI INDRIASARI

22209360

3EB23

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmatnya saya dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah saya dengan lancar. Kemudain saya ucapkan terima kasih untuk Dosen Bahasa Indonesia yang telah memberikan saya kesempatan untuk menyelesaikan tugas karya ilmiah ini, untuk memenuhi tugas Mata kuliah Softskil Bahasa Indonesia.

            Karya ilmiah ini dibuat untuk memberikan informasi mendasar bagi masyarakat Indonesia mengenai bahaya narkoba, khususnya kaum pemuda yaitu para remaja yang mudah sekali terkena narkoba. Tak ada gading yang tak retak, saya menyadari kekurangan dalam tulisan ini, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yan bersifat membangun dari pembaca, dosen, dan teman – teman.

                                                                                                            Terima Kasih

                                                                                                            02 November 2013

                                                                                                            Penulis

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Narkoba atau sering disebut dengan narkotika adalah psikotropika dan zat adiktif yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia, apabila zat ini dikonsumsi oleh tubuh maka akan menyebabkan seseorang mengalami kecanduan atau ketagihan, yang berujung kematian.

Awalnya narkoba adalah obat bius yang dipakai oleh paramedis untuk membius orang yang ingin dioprasi dan untuk penyakit tertentu yang pemakainannya diresepkan oleh dokter dengan dosis yang wajar. Namun kini persepsi kebanyakan orang telah salah, sehingga menggunakan narkoba untuk kesenangan bukan untuk medis.

Dewasa ini penyalahgunaan narkoba telah menyerang banyak orang diseluruh dunia, dan berbagai kalangan baik anak-anak remaja, orang dewasa, sampai orang tua. Hal ini sudah tidak dapat dibiarkan lagi, begitu banyak korban karena pemakain narkoba, bahaya narkoba mulai dari terjangkit penyakit menular karena berganti-gantian jarum suntik seperti HIV, hingga kematian karena overdosis.

Begitu mudahnya mendapatkan narkoba adalah hal utama yang patut disalahkan, penjualan narkoba bisa dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, baik dilingkungan sekolahan, perkantoran, sampai lingkungan pemerintah, bahkan petugas hukum ada yang sampai menjual maupun menggunakan barang haram ini. Ini merupakan permasalahan utama bagi pemerintah dan penegak hukum, yang patut diselesaikan.

Penanganan narkoba hingga saat ini belum lah begitu maksimal, karena terbukti bahwa pemakai , pengedar, serta bandar semakin lama semakin banyak dan merajalela, hal ini tidak dapat dibiarkan. Untuk itu pengertian maupun pendidikan mengenai apa itu narkoba harus sudah ditanam atau diajarkan kepada putra-putri sejak dini, baik melalui progam disekolahan, orang tua, mau pun organisasi.

B.  Batasan Masalah

Untuk memudahkan pembaca makan penulis akan membatasi permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan karya ilmiah ini :

  1. Pengertian tentang narkoba
  2. Pengenalan jenis – jenis narkoba
  3. Faktor utama para remaja mengkonsumsi narkoba
  4. Akibat bahaya yang ditimbulkan pemakaian narkoba
  5. Cara mengatasi penyebaran maupun pemakaian narkoba.

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat luas khususnya para kaum remaja Putra – Putri mengenai apakah itu narkoba, apakah bahaya pengkonsumsian narkoba, agar masyarakat Indonesia khususnya remaja dapat memahami bahaya-bahaya narkoba dan tidak terjebak dalam kehidupan narkoba.

D.    Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode secara tidak langsung, dengan mencari informasi melalui buku-buku, maupun internet.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Narkoba

Narkoba ( Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif ) adalah sebuah obat-obatan terlarang berbahaya yang dikonsumsi oleh manusia melalui jarum suntik, diminum, dihirup, dan dihisap yang pengkonsumsiannya menyerang sistem kerja otak manusia yangt menimbulkan rasa senang, stamina,  dan mengubah perilaku seseorang, dimana penggunaanya dapat menyebabkan seseorang ketergantungan dan berujung pada kematian.

B. Pengenalan jenis-jenis Narkoba

Pengenalan mengenai  jenis-jenis narkoba sangat perlu, agar para pembaca mengetahui ragam narkoba apa saja yang ada. Brikut ini Jenis-jenis narkoba:

  1. Narkotika
    Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran.
  • Narkotika golongan 1: berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Contohnya : Heroin, Kokain, Ganja.
  • Narkotika golongan 2: berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan dan di gunakan pada terap. Contoh : Morfin Petidin, metadon.
  • Narkotika golongan 3:berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyal digunakan untuk terapi, salah satunya juga untuk penyembuhan orang yang ketergantungan obat dengan peresepan dokter. Contoh : Kodein

   2. Psikotropika

      Yaitu zat/obat baik alamiah/sintetis yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Jenis- jenisnya :

  • Psikotropika golongan 1: ketergantungan yang sangat kuat. Contohnya : Ekstasi dan LSD.
  • Psikotropika golongan 2 : Ketergantungannya kuat. Contohnya : Amfetamin dan Sabu.
  • Psikotropika golongan 3 : Ketergantungannya sedang. Contohnya : pentobarbital.
  • Psikotropika golongan 4 : Ketergantungannya ringan. Contohnya : diazepam.

  3. Zat psiko lainnya yang juga mengganggu daya kerja otak.

  • Alcohol : terdapat pada minuman keras.
  • Nikotin : terdapat pada tembakau.
  • Kafein : terdapat pada kopi.

     Penggolongan narkoba menurut WHO berdasarkan pengaruhnya terhadap tubuh :

  • Opioida,menyebabkan nyeri dan menyebabkan mengantuk. Contohnya: opium,morfin
  • Ganja,menyebabkan perasaan riang dan meningkatkan daya khayal.
  • Kokain,meningkatkan aktivitas otak/fungsi organ tubuh lainnya.
  • Solven dan inhalasi,gasuap yg dihirup. Contohnya : tiner dan lem.

C. Faktor utama para remaja mengkonsumsi narkoba

BegItu banyak faktor yang menyebabkan para remaja terjerumus dalam bahaya narkoba, berikut ini adalah berbagai macam faktor yang menyebabkan para remaja mudah terjerumus dalam narkoba :

  1. Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga dapat menjadi faktor utama penyebab remaja terjerumus narkoba, Misalnya seorang anak yang tinggal dilingkuan keluarga Broken Home, keluarga yang broken home adalah masalah terbesar bagi seorang anak, perpisahan, pertengkaran dalam keluarga adalah penyebab utama seorang anak menjadi depresi, dimana anak tidak dapat menceritakan permasalahannya pada siapa pun hingga akhirnya ia terjerumus kedalam narkoba sebagai jalan keluar.

   2. Ekonomi

Orang tua yang mapan biasa memberikan uang berlebihan kepada seorang anak sebagai bentuk kasih sayang, tapi itu adalah hal yang salah karena memberikan uang berlebihan kepada anak tanpa maksud, tujuan, serta pengawasan yang jelas dapat membuat seorang anak membeli Narkoba dengan mudah.

3. Pergaulan

Pergaulan seorang anak harus diawasi, karena pergaulan termasuk faktor utama seorang anak memakai narkoba, semua itu berawal dari ajakan seorang teman, gaya-gayaan antar teman agar dibilang keren, kalau tidak memakai narkoba belum bisa dibilang keren oleh teman-temannya, hal ini kembali lagi kepada pengawasan orang tua.

D. Akibat bahaya yang ditimbulkan pemakaian narkoba

Penggunaan narkoba jelas akan menimbulkan dampak negatif kepada diri seseorang, bahkan dampak ini tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi keluarga teman serta kerabat, karena narkoba sangat merugikan.Berikut ini bahaya yang ditimbulkan narkoba :

Bagi diri sendiri :

  1. Terganggunya fungsi otak
  2. Overdosis
  3. Menurunya nilai nilai agama budaya dan sosial
  4. Timbulnya masalah ekonomi yang mucul
  5. Keracunan

Bagi Keluarga :

Hilangnya suasana harmonis didalam keluarga, timbulnya ketidakpedulian seorang anak kepada orang tua, anak menjadi jarang pulang kerumah, anak menjadi sering meminta uang berlebih, menjual barang-barang yang ada dirumah.

Bagi sekolah :

Semangat kedisiplinan serta kerajinan seorang anak menjadi berkurang, anak menjadi malas sekolah, dan nilai-nilai seorang anak turun drastis.

E. Cara mengatasi penyebaran maupun pemakaian narkoba

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menghentikan penyebaran maupun pemakaian narkoba. Narkoba adalah musuh bangsa ini, ia adalah perusak pemuda bangsa ini untuk itu seluruh masyarakat serta golongan haruslah mau ikut mencegah berkembangnya penyebaran narkoba ini dan menghentikannya agar tidak banyak korban-korban lain. Pemerintah dan penegak hukum haruslah tegas menangkap para bandar narkoba yang ada di Indonesia, maupun para penyelundup narkoba di Indonesia, berikan hukum seberat-beratnya. Berikan informasi penyuluhan mengenai pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, serta bahaya narkoba kepada seorang anak sejak dini melalui sekolah, keluarga,organisasi manapun.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Narkoba ( Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif ) adalah sebuah obat-obatan terlarang berbahaya yang dikonsumsi oleh manusia melalui jarum suntik, diminum, dihirup, dan dihisap yang pengkonsumsiannya menyerang sistem kerja otak manusia yangt menimbulkan rasa senang, stamina,  dan mengubah perilaku seseorang, dimana penggunaanya dapat menyebabkan seseorang ketergantungan dan berujung pada kematian.

Narkoba memiliki jenis-jenis yang beragam, serta efek yang beragam, dan penggunaan yang beragam, serta memiliki bahaya yang pasti bagi pengkonsumsi narkoba. Penyebab narkoba dapat timbul dari mana saja dari keluarga, diri sendiri, sampai faktor ekonomi yang menyebabkan seseorang terjerta narkoba. Untuk itu narkoba harus diberantas oleh seluruh rakyat demi kemajuan bangsa.

B. Saran

Narkoba adalah Zat adiktif yang sangat berbahaya bagi manusia, untuk itu sedini mungkin kita sebagai warga negara Indonesia yang baik yang peduli akan masa depan bangsa ini mari bersama-sama dari berbagai golongan orang tua, orang dewasa, remaja, hingga anak-anak bersatu untuk memberantas narkoba, dan konseling mengenai bahaya narkoba penting diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin agar kelak ketika mereka beranjak dewasa mereka tidak terjerumus dalam dunia narkoba baik sebagai pemakai maupun pengedar.

C. Daftra Pustaka

http://fadilla-azhar.blogspot.com/2011/03/karya-ilmiah-tentang-narkoba.html

http://wennymochi24.wordpress.com/2012/12/18/karya-ilmia-tentang-bahaya-narkoba-bagi-generasi-muda/

http://id.wikipedia.org/wiki/Narkoba

PENALARAN DEDUKTIF

Nama : Putri Indriasari

NPM : 22209360

 

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran Deduktif adalah  suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Penarikan simpulan secara langsung

Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan.

Simpulan secara langsung

1. Semua S adalah P. (premis)

Sebagian P adalah S. (simpulan)

Contoh :

Semua manusia mempunyai telinga. (premis)

Sebagian yang mempunyai telinga adalah manusia. (simpulan)

2. Semua S adalah P. (premis)

Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh:

Semua golok adalah senjata berbahaya. (premis)

Tidak satu pun golok adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)

3. Tidak satu pun S adalah P. (premis)

Semua S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh:

Tidak seekor pun badak  adalah gajah. (premis)

Semua badak adalah bukan gajah. (simpulan)

4. Semua S adalah P. (premis)

Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)

Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)

Contoh:

Semua kelinci adalah berbulu. (premis)

 Tidak satu pun kelinci adalah takberbulu. (simpulan)

Tidak satupun yang takberbulu adalah kelinci. (simpulan)

2.Penarikan simpulan secara tidak langsung

Penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.

Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu

1. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Contohnya:

  • Semua manusia akan mati

Ani adalah manusia

Jadi, Ani akan mati. (simpulan)

  • Semua manusia bijaksana

Semua dosen adalah manusia

Jadi, semua dosen bijaksana. (simpulan)

2. Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Contohnya :

  • Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari

Pada malam hari tidak ada sinar matahari

Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

  • Semua ilmuwan adalah orang cerdas

Anto adalah seorang ilmuwan.

Jadi, Anto adalah orang cerdas.

Jadi, dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen. Sebaliknya, entimen   juga dapat dijadikan silogisme.

3. Salah Nalar

Salah nalar adalah gagasan perkiraan atau simpulan yang keliru atau sesat.

Contoh :

Wanita itu terbakar api cemburu

4. Deduksi yang salah

Deduksi yang salah merupakan simpulan dari suatu Silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.

Contoh:

Kalau Internet masuk desa, rakyat di daerah itu akan cerdas.

Sumber :

http://fardhinisabila.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif.html

http://albantantie.blogspot.com/2012/10/penalaran-deduktif.html

Akuntansi Internasional 12.5 UKURAN KINERJA YANG TEPAT

NAMA : PUTRI INDRIASARI

NPM : 22209360

JUDUL BAB  : 12.5 UKURAN KINERJA YANG TEPAT

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Akuntansi sebuah bahasa bisnis

 Akuntansi adalah alat menyampaikan informasi keuangan dari sebuah entitas usaha untuk melakukan kegiatan bisnis. Dengan akuntansi dapat diperoleh informasi keuangan yang dibutuhkan jika dilihat dari perspektifnya. Jadi, dapat dikatakan akuntansi merupakan alat komunikasi. Oleh karena itu, akuntansi disebut bahasa bisnis dan Bahasa yang dapat dipelajari, demikian pula akuntansi perlu dipelajari agar dapat terjadi komukasi bisnis antar pihak-pihak yang berkepentingan.

1.2  Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen

 Perkembangan bisnis terdapat pemisahan fungsi kepemilikan dan fungsi pengelolaan. Pada tahap ini mulai terjadi 2 kelompok pemakai laporan keuangan yaitu manajemen, sebagai pihak internal perusahaan dan pihak eksternal yang antara lain terdiri dari investor dan kreditor. Manajemen dengan pemakai ekternal memiliki tujuan yang berbeda. Manajemen memerlukan informasi akuntansi sehubungan dengan fungsi manajerialnya, sedangkan pemakai ekternal menggunakannya sesuai dengan kepentingannya masing-masing yang tidak terkait dengan fungsi manajemen.

Oleh karena itu, timbul 2 tipe akuntansi, yaitu akuntansi manajemen yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan dan pengendalian  serta pengambilan keputusan.

1.3  Perkembangan Praktik Akuntansi

Praktik akuntansi terus berubah sesuai dengan kebutuhan baik kebutuhan pelaksana akuntansi (sebagai penyedia informasi) maupun kebutuhan penerima atau pencari informasi tersebut. Sebelum perang dunia kedua, pengaruh akuntansi inggris mendominasi seluruh Negara berbahasa inggris dan pengaruh prancis-jerman menembus Negara-negara yang menerapkan hokum undang-undang (code low) seperti belgia, jepang, swedia, dan swiss.Sampai dengan awal tahun 1990 an, AS merupakan kekuatan yang gemilang dalam akuntansi global. AS lebih baik dari Negara-negara lain dalam  hal pengeluaran riset akuntansi, jumlah publikasi akuntansi, dan lulusan perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi akuntansi. Oleh karena itu, sampai dengan awal tahun 1990-an, diversitas yang substansial masih merupakan cirri iklim akuntansi dunia.

1.4  Diversitas Akuntansi

Berikut ini uraian mengenai diversitas akuntansi tersebut dilihat dari aspek pengukuran asset dan kewajiban dan aspek penentuan modal dan laba periodic.

1.4.1 Pengukuran Aset dan Kewajiban

              Para akuntan masih mengukur sebagian besar asset bisnis dunia atas dasar biaya-biaya historis ( hystorical cost). Aplikasi pengukuran biaya-biaya sekarang (current cost) mungkin akan segera menggantikan, atau paling tidak mendominasi, biaya-biaya historis (hystorical costs) dalam prakti-praktik akuntansi. Yang telah dapat dilihat pada awal abad ini adalah pada international financial reporting standards (IFRS) yang diterbitkan oleh IASB. IFRS yang lebih banyak menggunakan fair value, telah menggusur pilihan terhadap PABU AS yang banyak menggunakan biaya-biaya historis.

1.4.2 Penentuan Modal dan Laba Periodik

             Hubungan antara asset dan kewajiban dengan penentuan laba periodik tentu saja menimbulkan efek resiprokal. Biasanya overstatement atau understatement asset atau kewajiban dilaksanakan melalui inklusi atau eksklusi laporan laba-rugi yang bersangkutan. Namun, harus juga dicatat  bahwa terdapat banyak variasi procedural yang lebih kecil. Misalnya, goodwill yang dibeli boleh diamortisasi sama sekali. variasi procedural yang mirip juga berlaku untuk biaya riset dan pengembangan, biaya eksplorasi minyak dan mineral, biaya promosi penjualan, pendidikan, dan pelatihan staf, dan berbagai transaksi atau kejadian lain.

1.5   Peran Akuntansi

 Peran akuntansi berbeda antar Negara. perbedaan peran ini dapat mempengaruhi orientasi dan kandungan informasi laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan dimasing-masing Negara, yang selanjutnya akan mempengaruhi cara interpretasi dan penggunaan laporan keuangan tersebut. Pasar modal domestic mungkin mempunyai dampak yang halus tetapi luas dan kekal terhadap perkembangan akuntansi disuatu Negara. Tetapi akuntansi bukan hanya dipengaruhi, melainkan juga mempengaruhi pasar modal domestic. Disatu sisi, tuntutan pasar modal memberikan dasar pikiran untuk mengadopsi suatu bentuk akuntansi tertentu. Sebaliknya akuntansi dianggap sebagai suatu persyaratan bagi pertumbuhan pasar modal domestik.

1.6  Korporasi  multinasional dan keterlibatannya dalam bisnis internasional

aliansi strategis merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai variasi kolaborasi yang mempunyai artti penting strategi bagi satu atau lebih pihak yang terlibat. Aliansi strategi meliputi persetujuan pemberian lisensi, persetujuan waralaba, kontrak manajemen, dan kepemilikan bersama perusahaan asing. Pemilihan aliansi strtegi tergantung pada faktor-faktor hukum, besarnya biaya, kompensasi, risiko, pengendalian, dan kompleksitas produk. Bentuk keterlibatan lainnya yaitu investasi langsung. Jika dua atau lebih perusahaan menjalankan suatu usaha bersama, maka usaha tersebut disebut joint venture, yang merupakan suatu bentuk aliansi strategis yang lain. Joint venture ini merupakan solusi dari ketiadaan dana atau ketiadaan keahlian manajerial atau karena investor bersandar pada kemampuan sekutu local. 

  

1.7   pengertian akuntansi internasional

 Akuntansi internasional mencakup akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Berarti akuntansi internasional bukan tipe akuntasi tersendiri. Akuntansi internasional mencakup akuntansi keuangan dan akuntansi  manajemen dalam perspektif internasional.

Akuntansi manajemen berkenaan dengan penyediaan informasi untuk membantu manajemen dalam mengoperasikan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. terutama pada perusahaan pencari laba, akuntansi manajemen berfokus pada upaya efisiensi yang berupa

1) Pemanfaatan secara maksimal fasilitas perusahaan 

2) Minimisasi pajak. Upaya minimisasi pajak ini dipersulit oleh faktor-faktor lain yang berbeda antar Negara.

1.8   Lingkup Akuntansi Internasional danOrganisasi Buku ini

Mempelajari akuntansi adalah mempelajari tentang apa dan bagaimana mencatat dan melaporkan transaksi-transaksi keuangan serta bagaimana menginterpretasi dan menganalisis laporan keuangan. Akuntansi internasional adalah akuntansi yang mempunyai perspektif internasional. Dalam perspektif internasional, akuntansi berkenaan dengan diversitas akuntansi dan keragaman yurisdiksi. Diversitas akuntansi merupakan problem yang telah, sedang, dan akan terus diupayakan solusinya. Sedangkan keragaman yurisdiksi merupakan kenyataan yang harus diterima. Pembahasan yang menyangkut diversitas akuntansi tentu saja termasuk dalam bidang akuntansi keuangan.

12.5 UKURAN KINERJA YANG TEPAT

Memilih basis pengukuran kinerja yang tepat adalah hal yang penting dilakukan pada awal proses anggaran. Sebuah basis tunggal dapat dipergunakan untuk semua unit bisnis dalam sebuah MNC adalah sebuah hal yang jarang ditemukan, jadi sementara unit material dan biaya tenaga kerja, kualitas produk, dan tingkat produksi atau tingkat penggunaan kapasitas pabrik adalah tepat untuk divisi manufaktur di Indonesia, pendapatan penjualan, pangsa pasar, dan kepuasan pelanggan merupakan ukuran yang bermakna bagi divisi penjualan regional yang berlokasi di singpura.

Pemilihan ukuran kinerja yang tepat menuntut manajemen korporat untuk mereview secara periodis kriteria masing-masing unit sebagai peran strategisnya dalam perubahan perusahaan atau lingkungan bisnis lokalnya berkembang. Sebagai contoh adalah anak perusahaan Adidas yang berada di hongaria mempunyai peran strategis yang berbeda untuk perushaan dibandingkan sekarang, karena daya beli masyarakat Hongaria yang terbatas dan restriksi tentang repatriasi laba yang keluar di Hongaria, maka Adidas kurang memperhatikan kontribusi anak perusahaan yang berada di Hongaria dalam perolehan laba. Tujuan utama saat itu hanya memperkenalkan produk dan menciptakan visibilitas produk Adidas kepada masyarakat Hongaria. Karena integritas Hongaria dengan Uni eropa memungkinkan Hongaria memiliki ekspetasi yang berbeda dengan anak perusahaanya. Dalam hal ini menunjukan bahwa bukan hanya kriteria pengukuran kinerja yang sama yang tidak tepat diterapkan dalam unit yang berbeda,  namun kriteria yang sama yang diterapkan pada suatu unit bisnis juga tidak tepat untuk diterapkan pada berbagai titik waktu yang berbeda.

PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN KOMITMEN ETIS

Suatu perusahaan didirikan tidak hanya untuk menjalankan kegiatan operasional, memperoleh laba sebesar-besarnya, dan bertanggung jawab terhadap para pemegang saham dan pemerintah saja, namun juga memiliki tanggung jawab social yang besar terhadap masyarakat, karena melalui masyarakat lah perusahaan memperoleh perkembangan serta pertumbuhan atas apa yang ingin dicapai. Untuk itu adanya komitmen etis dalam suatu perusahaan sangat lah penting karena melalui komitmen etis tersebutlah  perusahaan dapat amewujudkan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat dan lingkungan.

PT. TRIPUTRA AGRO PERSADA adalah salah satu perusahaan yang melakukan komitmen etis. PT. TRIPUTRA AGRO PERSADA merupakan perusahaan Perkebunan yang bergerak di bidang industri , Sebagai Perusahaan Perkebunan yang bergerak di bidang industri kelapa sawit, keberadaan Perusahaan di tengah masyarakat tentu saja berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungannya.

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah tanggung jawab sosial dari perusahaan terhadap lingkungannya, minimal di tempat mereka melakukan kegiatan usahanya dan hal ini sudah merupakan misi perusahaan, sehingga sebuah Perusahaan yang ingin melakukan kegiatan usahanya secara berkesinambungan, harus mau dan mampu melakukan program CSR dengan sebaik-baiknya. The World Business Council for Sustainable Development juga menjelaskan bahwa CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku etis dan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi sambil meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitas lokal dan masyarakat pada umumnya

Konsep CSR memang sangat berkaitan erat dengan konsep sustainability development (pembangunan yang berkelanjutan). Dengan demikian, konsep CSR memiliki arti bahwa selain memiliki tanggung jawab untuk mendatangkan keuntungan bagi para pemegang saham dan untuk menjalankan bisnisnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, suatu perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral, etika dan filantropik.

Dengan berpegang pada konsep tersebut, dalam usahanya mencapai kesejahteraan masyarakat yang berkesinambungan, maka perusahaan menjalankan program CSR dengan cara mengembangkan dan memelihara kesejahteraan masyarakat dengan sebanyak banyaknya menggerakkan inisiatif masyarakat itu sendiri melalui penyediaan jasa/pelayanan teknis. Hal ini dalam rangka mendorong masyarakat ke arah swadaya (self help) secara spontan dengan bergotong royong dan memanfaatkan segenap potensi yang tersedia. 

Implementasi CSR dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat sebagai subjek sekaligus pusat dari seluruh aktivitas dengan berpegang pada prinsip:

  • Berdasarkan needs (kebutuhan), bukan wants (keinginan) masyarakat. 
  • Spesifik, yaitu memperhatikan permasalahan, aspirasi, kemampuan serta potensi masyarakat setempat 
  • Bertujuan untuk mengarahkan masyarakat menuju sikap kemandirian, melalui program yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dan perusahaan.
  • Partisipasi aktif sebanyak-banyaknya dari masyarakat.

Partisipasi masyarakat adalah kunci utama keberhasilan implementasi program CSR. Kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi ditentukan oleh relevansi antara program yang akan dilaksanakan dengan kebutuhan riil masyarakat. Harapan akhirnya adalah masyarakat dapat menikmati taraf hidup yang lebih baik dengan tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi sebagai buah nyata dari kerja keras dan ketekunan belajar mereka sendiri. Sementara program-program CSR yang dijalankan lebih merupakan suplemen tambahan untuk membantu masyarakat memperbaiki kehidupan sosial.

 

Daftar Pustaka :

http://www.tap-agri.com/corporate-social-responsibility

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU ETIS SESEORANG

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara:

  1. Pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka.
  2. Pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan.
  3. perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut.

 Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.

Dalam menciptakan budaya organisasi yang etis, isu dan kekuatan suatu budaya memengaruhi suasana etis sebuah organisasi dan perilaku etis para anggotanya.  Budaya sebuah organisasi yang punya kemungkinan paling besar untuk membentuk standar dan etika tinggi adalah budaya yang tinggi toleransinya terhadap risiko tinggi, rendah, sampai sedang dalam hal keagresifan, dan fokus pada sarana selain juga hasil.

Manajemen dapat melakukan beberapa hal dalam menciptakan budaya organisasi yang lebih etis, antara lain :

  • Model peran yang visible

Karyawan akan melihat perilaku manajemen puncak sebagai acuan standar untuk menentukan perilaku yang semestinya diambil.

 

  • Komunikasi harapan etis

Ambiguitas etika dapat diminimalkan dengan menciptakan dan mengomunikasikan kode etik organisasi.

  • Pelatihan etis

Pelatihan etis digunakan untuk memperkuat standar, tuntunan organisasi, menjelaskan praktik yang diperbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etika yang mungkin muncul.

Hubungan Etika Dengan Budaya Perusahaan

  • Etika merupakan standar moral yang menyangkut baik-buruk  dan benar-salah
  • Etika bisnis meliputi:

–     Etika perusahaan

  • Hubungan perusahaan dengan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya

–     Etika kerja

  • Hubungan antara perusahaan dengan karyawan

–     Etika perorangan

  • Hubungan antar karyawan
  • Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku etis atau sebaliknya dapat mendorong terciptanya perilaku tidak etis
  • Faktor yang menyebabkan terciptanya iklim etika dalam organisasi:

–     Terciptanya budaya perusahaan secara baik

–     Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya

–     Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai

contoh kasusnya :

masalah komunikasi bisnis (terutama iklan) yang menyesatkan, contohnya tentang peringatan bahaya penyakit yang tercantum di iklan dan bungkus rokok.

 

Pustaka :

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_organisasi

Sampingan

Pengertian Kredibilitas, Profesionalisme, Skeptisme, Konservatisme, dan Integritas

  1. 1.     Kredibilitas

Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan. Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian dari seseorang atau suatu lembaga selama konferensi. Kesaksian haruslah kompeten dan kredibel apabila ingin diterima sebagai bukti dari sebuah isu yang diperdebatkan.

Contohnya, sebagai auditor, kita harus bisa dipercaya dalam mengabil keputusan, dengan data yang benar – benar akurat, dan mengerjakan pekerjaan sebaik mungkin.

  1. 2.     Profesionalisme

Profesionalisme (profesionalisme) adalah sifat-sifat (kemampuan, keterampilan, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang tepat terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. [1] Profesionalisme berasal dari profesi yang berarti berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya , (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah perilaku, keahlian atau kualitas dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Contohnya, sebagai akuntan, kita harus bisa bekerja dengan benar, sesuai dengan standar yang telah dibuat dan selalu memuaskan pihak-pihak yang mempekerjakan kita.

  1. Skeptisme

skep-tis yaitu kurang percaya, ragu-ragu, Sedangkan skeptis-isme adalah aliran (paham) yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptis-isme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Jadi secara umum skeptis-isme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya

  1. 4.     Konservatisme

adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin, conservāre, melestarikan; “menjaga, memelihara, mengamalkan”. Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau

  1. 5.     Integritas

Integritas adalah suatu elemen karakter yang mendasari timbulnya pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang melandasi kepercayaan publik dan merupakan patokan (benchmark) bagi anggota dalam menguji keputusan yang diambilnya.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

 

Refrensi :

http://id.wikipedia.org

andamifardela/ etika-profesi-akuntansi-2/ 2011/10/16/

 

Sampingan

KODE ETIK PROFESI AKUNTANSI

Tahun 1973 IAI menetapkan kode etik bagi profesi akuntan di Indonesia, yang diberi nama Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia, yang mengatur standar mutu terhadap pelaksanaan pekerjaan akuntan, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan. Tahun 1998 Ikatan Akuntan Indonesia menetapkan delapan prinsip etika yang berlaku bagi seluruh anggota IAI baik di pusat maupun di daerah.

 

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dimaksudkan sebagai panduan dan aturan bagi seluruh anggota, baik yang berpraktik sebagai akuntan publik, bekerja di lingkungan dunia usaha, pada instansi pemerintah, maupun di lingkungan dunia pendidikan dalam pemenuhan tanggung-jawab profesionalnya.

 

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung-jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapai tingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan public.

terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu :

  • Kredibilitas. Masyarakat membutuhkan kredibilitas informasi dan sistem informasi.
  • Profesionalisme. Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa Akuntan sebagai profesional di bidang akuntansi.
  • Kualitas Jasa. Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standar kinerja tertinggi.
  • Kepercayaan. Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yang melandasi pemberian jasa oleh akuntan.

 

Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia terdiri dari tiga bagian:

  1. Prinsip Etika

Memberikan kerangka dasar bagi Aturan Etika, yang mengatur pelaksanaan pemberian jasa profesional oleh anggota. Prinsip Etika disahkan oleh Kongres dan berlaku bagi seluruh anggota.

  1. Aturan Etika

disahkan oleh Rapat Anggota Himpunan dan hanya mengikat anggota Himpunan yang bersangkutan.

  1. Interpretasi Aturan Etika

Merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan.

 

Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

 

Kepatuhan

Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota. Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.

Jika perlu, anggota juga harus memperhatikan standar etik yang ditetapkan oleh badan pemerintahan yang mengatur bisnis klien atau menggunakan laporannya untuk mengevaluasi kepatuhan klien terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi Etika yaitu :

  • Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan.
  • Etika ingin menampilkanketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
  • Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pelanggaran Etika :

  • Kebutuhan Individu
  • Tidak Ada Pedoman
  • Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
  • Lingkungan Yang Tidak Etis
  • Perilaku Dari Komunitas

Sanksi Pelanggaran Etika :

  • Sanksi Sosial adalah Skala relatif kecil, dipahami sebagai kesalahan yangdapat ‘dimaafkan’.
  • Sanksi Hukum adalah Skala besar, merugikan hak pihak lain.

Jenis-jenis Etika :

  • Etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar .
  • Etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus.

Ada tiga prinsip dasar perilaku yang etis :

  • Hindari pelanggaran etika yang terlihat remeh. Meskipun tidak besar sekalipun, suatu ketika akan menyebabkan konsekuensi yang besar pada profesi.
  • Pusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang. Disini harus diingat bahwa reputasi adalah yang paling berharga, bukan sekadar keuntungan jangka pendek.
  • Bersiaplah menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis. Mungkin akuntan akan menghadapi masalah karier jika berpegang teguh pada etika. Namun sekali lagi, reputasi jauh lebih penting untuk dipertahankan.