Skip to content

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PERILAKU ETIS SESEORANG

November 30, 2012

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Proses penyiptaan budaya terjadi dalam tiga cara:

  1. Pendiri hanya merekrut dan mempertahankan karyawan yang sepikiran dan seperasaan dengan mereka.
  2. Pendiri melakukan indoktrinasi dan menyosialisasikan cara pikir dan berperilakunya kepada karyawan.
  3. perilaku pendiri sendiri bertindak sebagai model peran yang mendorong karyawan untuk mengidentifikasi diri dan, dengan demikian, menginternalisasi keyakinan, nilai, dan asumsi pendiri tersebut.

 Apabila organisasi mencapai kesuksesan, visi pendiri lalu dipandang sebagai faktor penentu utama keberhasilan itu. Di titik ini, seluruh kepribadian para pendiri jadi melekat dalam budaya organisasi.

Dalam menciptakan budaya organisasi yang etis, isu dan kekuatan suatu budaya memengaruhi suasana etis sebuah organisasi dan perilaku etis para anggotanya.  Budaya sebuah organisasi yang punya kemungkinan paling besar untuk membentuk standar dan etika tinggi adalah budaya yang tinggi toleransinya terhadap risiko tinggi, rendah, sampai sedang dalam hal keagresifan, dan fokus pada sarana selain juga hasil.

Manajemen dapat melakukan beberapa hal dalam menciptakan budaya organisasi yang lebih etis, antara lain :

  • Model peran yang visible

Karyawan akan melihat perilaku manajemen puncak sebagai acuan standar untuk menentukan perilaku yang semestinya diambil.

 

  • Komunikasi harapan etis

Ambiguitas etika dapat diminimalkan dengan menciptakan dan mengomunikasikan kode etik organisasi.

  • Pelatihan etis

Pelatihan etis digunakan untuk memperkuat standar, tuntunan organisasi, menjelaskan praktik yang diperbolehkan dan yang tidak, dan menangani dilema etika yang mungkin muncul.

Hubungan Etika Dengan Budaya Perusahaan

  • Etika merupakan standar moral yang menyangkut baik-buruk  dan benar-salah
  • Etika bisnis meliputi:

–     Etika perusahaan

  • Hubungan perusahaan dengan karyawan sebagai satu kesatuan dengan lingkungannya

–     Etika kerja

  • Hubungan antara perusahaan dengan karyawan

–     Etika perorangan

  • Hubungan antar karyawan
  • Budaya dapat mendorong terciptanya perilaku etis atau sebaliknya dapat mendorong terciptanya perilaku tidak etis
  • Faktor yang menyebabkan terciptanya iklim etika dalam organisasi:

–     Terciptanya budaya perusahaan secara baik

–     Terbangunnya suatu kondisi organisasi berdasarkan saling percaya

–     Terbentuknya manajemen hubungan antar pegawai

contoh kasusnya :

masalah komunikasi bisnis (terutama iklan) yang menyesatkan, contohnya tentang peringatan bahaya penyakit yang tercantum di iklan dan bungkus rokok.

 

Pustaka :

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_organisasi

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: