Skip to content

PENALARAN DEDUKTIF

Oktober 15, 2013

Nama : Putri Indriasari

NPM : 22209360

 

PENALARAN DEDUKTIF

Penalaran Deduktif adalah  suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Penarikan kesimpulan deduktif dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Penarikan simpulan secara langsung

Simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu prosisi tempat menarik simpulan.

Simpulan secara langsung

1. Semua S adalah P. (premis)

Sebagian P adalah S. (simpulan)

Contoh :

Semua manusia mempunyai telinga. (premis)

Sebagian yang mempunyai telinga adalah manusia. (simpulan)

2. Semua S adalah P. (premis)

Tidak satu pun S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh:

Semua golok adalah senjata berbahaya. (premis)

Tidak satu pun golok adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)

3. Tidak satu pun S adalah P. (premis)

Semua S adalah tak-P. (simpulan)

Contoh:

Tidak seekor pun badak  adalah gajah. (premis)

Semua badak adalah bukan gajah. (simpulan)

4. Semua S adalah P. (premis)

Tidak satu-pun S adalah tak P. (simpulan)

Tidak satu-pun tak P adalah S. (simpulan)

Contoh:

Semua kelinci adalah berbulu. (premis)

 Tidak satu pun kelinci adalah takberbulu. (simpulan)

Tidak satupun yang takberbulu adalah kelinci. (simpulan)

2.Penarikan simpulan secara tidak langsung

Penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan dua premis sebagai data. Dari dua premis tersebut akan menghasilkan sebuah simpulan. Premis yang pertama adalah premis yang bersifat umum dan premis yang kedua adalah premis yang bersifat khusus.

Jenis penalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu

1. Silogisme

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Contohnya:

  • Semua manusia akan mati

Ani adalah manusia

Jadi, Ani akan mati. (simpulan)

  • Semua manusia bijaksana

Semua dosen adalah manusia

Jadi, semua dosen bijaksana. (simpulan)

2. Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara tidak langsung. Dan dapat dikatakan silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.

Contohnya :

  • Proses fotosintesis memerlukan sinar matahari

Pada malam hari tidak ada sinar matahari

Pada malam hari tidak mungkin ada proses fotosintesis.

  • Semua ilmuwan adalah orang cerdas

Anto adalah seorang ilmuwan.

Jadi, Anto adalah orang cerdas.

Jadi, dengan demikian silogisme dapat dijadikan entimen. Sebaliknya, entimen   juga dapat dijadikan silogisme.

3. Salah Nalar

Salah nalar adalah gagasan perkiraan atau simpulan yang keliru atau sesat.

Contoh :

Wanita itu terbakar api cemburu

4. Deduksi yang salah

Deduksi yang salah merupakan simpulan dari suatu Silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.

Contoh:

Kalau Internet masuk desa, rakyat di daerah itu akan cerdas.

Sumber :

http://fardhinisabila.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif.html

http://albantantie.blogspot.com/2012/10/penalaran-deduktif.html

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: